tentang pesan ayah pada anaknya ...

Posted by Nuke1992 | 0 comments»

Nak,
maafkan ayah yang belum mampu menghadirkan kedamaian
maafkan ayah yang belum mampu menghadirkan kebahagiaan
maafkan ayah yang belum mampu menghadirkan canda tawa dalam masa kecilmu
maafkan ayah juga ya nak, yang belum mampu hadir sepenuhnya dalam hari-harimu

Nak,
ayah sekedar ingin, kamu bisa menata masa depan yang lebih baik dari ayah ketika sesusiamu dulu
ayah tak ingin kamu menggenapkan masa-masa hidupmu dengan penuh kesusahan
ayah ingin kamu bisa lebih mudah menjalani hidup ...
tak disibukkan oleh hari-hari yang bukan tugasmu saat ini ...

kamu cukup belajar, menemukan ilmu-ilmu yang akan menjaga hidupmu
walau demi kamu, ayah seringkali tak dapat membedakan matahari dan bulan
malam seringkali menjadi siang dan ayah tak sempat menikmati siang untuk menjadikannya malam

Nak,
jika suatu saat nanti ayah tutup usia,
ayah ingin kamu mencukupkan mengambil sisi baik dari ayah
bencilah sisi buruk ayah yang dapat mencelakakan hidupmu

ayah titip, belajarlah untuk selalu bersabar ...
lekatkan nilai-nilai keikhlasan dalam hidup ...
tetaplah berbagi untuk sesama walau mereka sering mengabaikan dan menyakitimu
sebab ayah dan kamu diberi kesempatan hadir di dunia, bukan untuk sendiri, namun ditemani sekelilingmu yang mewarnai keindahan hidup ...

jadilah prasasti ayah yang mencerahkan sebanyak mungkin sesama ya nak ...

[dari ayahmu yang masih dhaif]


Aisyah Kavtania Hanifah

Posted by Nuke1992 | 0 comments»

Aisyah,
menantimu hadir bagai menahan rembulan tuk berhenti mengitari bumi
menunggumu pulang seakan menuai bayangan tuk dapat tergenggam

Aisyah,
ketika purnama berulang kali hadir dalam sepinya malam,
rupa indahnya seakan berujar tentang uangkapan penyesalannya yang tak mampu mengajakmu kembali singgah menapak kaki di bumi

Aisyah,
esok hari mentari kembali bersinar menghangatkan bumi,
namun kembali tak mampu mencerahkan kerinduan ini
esok hari sang embun kembali bergulir menyejukkan hamparan tanah,
namun kilatan kristalnya tak jua mampu menghadirkan kesepian hati kami

Aisyah,
masih teringat kuat ketika senyum kerinduan akan kehadiranmu menjadi bukan sekedar mimpi ketika nafas wangimu menjemput dunia
masih terngiang pula ketika tangis indahmu menyeruak menggemakan alam seakan menjadi simponi indah yang mengiringi rasa syukur kami

dan ...
ketika hari-hari menjadi lebih berwarna dengan kehadiranmu,
tiba-tiba engkau memilih mengalah tuk bersegera pamit menemui keindahan surga ...

malam ini ...,
seharusnya kami menemanimu terlelap tuk menanti pagi ketika engkau menggenapkan usiamu
namun ternyata kami hanya mampu menyertaimu dalam mimpi

kami merindukanmu Nak ...
merindukan tangisan indahmu
merindukan senyuman manismu
merindukan memelukmu dalam lelap tidurmu

Aisyah,
malam ini ayah, bunda dan aa hanya bisa berkumpul mengenangmu ...
mengenangmu ketika sempat hadir bersama kami
mengenangmu ketika engkau kembali pulang
dan mengenangmu ketika terakhir kali kami menemanimu kembali ke bumi dalam damai

Aisyah,
walau esok hari engkau tak lagi hadir, namun yakinlah kami kan slalu menyatu dengamu ...
dan walau kami tak mampu lagi menggapaimu kecuali dalam mimpi-mimpi kami,
tetaplah menjadi penyeimbang kehidupan kami dengan selaksa makna kehadiranmu ...

tetaplah menjadi kembang nan indah di surga ya Nak ...
hingga ayah, bunda dan aa kembali menemanimu dalam taman surga itu ... selamanya ...

[dari Ayah buat Aisyah: dalam kerinduan yang mendalam]

seratus tahun, seratus nafas

Posted by Nuke1992 | 0 comments»


pada fajar yang tak lelah menyambut
pada mentari yang tak lelah menyingsing
aku hadir pada suatu masamu

merenung diri ketika senyum menghampiri saat mata memandang engkau tumbuh bagai kelopak bunga matahari,
tertunduk sepi ketika hati menangis saat tubuhmu begitu rapuh menahan terpaan amuk badai yang tak berteman dengan kedamaian

wahai sang surya,
yang berbeda bukan pada langit yang slalu membiru
yang berbeda bukan pada bumi yang setia menghampar
dan yang berbeda bukan pada prilaku hati mereka yang hadir silih berganti,
namun yang berbeda hanya ketika akal dan hati ini mulai kehilangan kemurnian nafas indahmu dulu

dan hari ini aku berjumpa pada seratus tahun nafasmu
tak banyak ruang hati ini harus menghadirkan selaksa harapan agar engkau segera memenuhi segala sisi kebaikan dunia
karena kutahu sarat bebanmu melampaui kenyataan dirimu saat ini

yang kumau sekedar engkau kembali memaknai keindahan kelahiranmu
kelahiran yang mencercahkan harapan setiap insan,
kelahiran yang mendamaikan segala kegundahan,
bagai hangat mentari yang menghampiri sejuknya hujan tuk menghadirkan keindahan warna spektrum pelangi

engkau lahir dari kenyataan kebaikan perubahan
engkau lahir dari kesungguhan amal
engkau lahir dari kesederhanaan kecerdasan akal dan hati
dan engkau lahir dari kesucian niat

maka memaknaimu setelah seratus tahun helaan nafas adalah
mengembalikanmu pada setiap kenyataan, kesungguhan, kesederhanaan dan kesucian niat itu ...

agar sang surya tetap bersinar
tuk slalu menghidupkan yang hidup,
dan menghidupkan yang tlah mati ...

[Bandung, 17 November 2012 - untuk persyarikatanku]

tentang ketiadaan ketika ada

Posted by Nuke1992 | 0 comments»











aku kehilangan jejak pada prasasti yang diagungkan ...
aku kehilangan nama pada gelar yang dimuliakan ...
aku kehilangan ladang pada benih yang semaikan ...

aku kehilangan cahaya pada pelita yang dipancarkan ...
aku kehilangan gerak pada ruang yang diluaskan ...
aku kehilangan masa pada waktu yang dialirkan ...

aku kehilangan nafas pada kehidupan yang dihembuskan,
aku kehilangan makna pada pesan yang disampaikan,
dan aku kehilangan pelangi pada warna yang dilukiskan ...

tentang doa ketika senja

Posted by Nuke1992 | 0 comments»

Ya Allah, Rabb Yang Menguasai Segenap Hati ..
aku mulai menyusuri jalan ini dengan pengakuan akan kebesaranMu
aku ada karena ilmu-Mu yang menguasai seluruh rahasia langit dan bumi,
bahkan ketika seluruh makhluk berselimut gelisah atas amanah itu,
aku tampil dengan penuh keyakinan atas kuasa-Mu

Ya Allah, Rabb Yang Menaklukan Setiap Kehendak ...
kertas putih yang tlah Engkau siapkan untukku ketika menjemput dunia fana ini,
perlahan terlukiskan oleh tak hanya warna-warna yang mendamaikan hidup,
namun juga coretan-coretan yang tak bermakna, mengotori warna hati dari cahayaMu ...
padahal nurani hati tak lelah untuk mensucikan diri

Ya Allah, Rabb Yang Memutihkan Seluruh Dosa
ketika senja kembali menjelang,
nafas ini terasa ingin mencukupkan tugas-tugas yang begitu melelahkan
seringkali aku ingin kembali menjadi jiwa yang tenang
sehelai jiwa yang larut dalam asmaMu,
yang menyeimbangkan keindahan bumi dengan suara langit

Ya Allah, Rabb Yang Berkuasa atas segala Kejadian
mungkin aku tak lebih takut ketika surga enggan menyambutku, atau neraka yang datang menghalauku
aku hanya resah ketika ridhoMu beranjak menjauh ...
sebab aku ada karena Engkau Ada,
dan aku hadir karena Engkau ridho ...

Rawa Buntu, The End of May


tentang diam ...

Posted by Nuke1992 | 0 comments»


mungkin aku tak bisa berkata tentang sesuatu yang kau anggap sebuah keindahan
mungkin aku tak bisa bercerita tentang sesuatu yang kau anggap sebuah romansa
mungkin aku tak bisa menyusun kalimat tentang sesuatu yang kau anggap sebuah pengakuan

namun yang kutahu hanya:
aku merasa kehilangan ketika engkau tak ada di sisi,
dan hati yang merasa sepi ketika senyum indahmu beranjak pergi

jika engkau tlah mampu membaca hati,
inginku sekedar engkau setia menemani,
menuai makna hidup bersama, baik ketika runtuhnya air mata maupun di saat senyuman kebahagiaan menghampiri ... itu saja