untukmu, Jogjaku

Posted by Nuke1992 | 0 comments»










Jogja,
engkau tak sekedar sisi dunia yang menyamankan hati

Jogja,
engkau tak sekedar permata hati bagi insan yang merindukan damai

Jogja,
engkau tak sekedar ladang subur bagi selaksa pemilik jiwa yang kehausan ilmu

Jogja,
engkau tak sekedar menghadirkan keramahan penghunimu

namun ...
engkau juga menghadirkan kegundahan Merapi yang menanti hati

Jogjaku,
sampaikan maaf pada Merapimu yang mungkin tlah lelah bertemu kekhilafan kami ...

bagiku dan mungkin bagi mereka yang tlah menjejakkan diri di kalbumu, engkau adalah revolusi akal dan hati
Ya Allah, Rabb Pemilik seluruh alam

mohon ampuni kami atas kekeliruan yang mengusik kegundahan Merapi-Mu
mohon mudahkan kami tuk mengambil hikmah atas isyarat-Mu

agar kegundahan Merapi segera berakhir
agar senyum Merapi kembali mengindahkan Jogjaku
dan agar hati Merapi kembali menyatu dalam raga kami

karena Jogja-Mu adalah Jogjaku ... Jogja kami semua ...

kehadiranmu ...

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









Kehadiranmu tak hanya sekedar sebuah harapan
Kehadiranmu tak hanya sekedar secercah cahaya
Kehadiranmu tak hanya sekedar senyum sesaat sang bunda
Kehadiranmu tak hanya sekedar keteguhan hati sang ayah

Kehadiranmu adalah benih ikatan cinta suci ayah dan bunda
Kehadiranmu adalah ungkapan kasih sayang keluarga sakinah
Kehadiranmu adalah ruang cita yang memiliki berjuta makna
dan kehadiranmu adalah perpaduan makna bertunasnya nafas baru dari kehidupan yang telah indah dari ayah dan bunda

perjalanan hidupmu tlah kau lewati dari sekedar padi menguning dari kesederhanaan ladang di desa
sisi indahmu kemudian menjejak pada dunia indah penuh warna yang kadang menyesakkan walau tuk menguatkan
dan ketika warna kedewasaanmu tak bisa kau cegah dari sekedar hiruk pikuk keceriaan semata, engkau pun mulai mencoba menuai alunan merdu lagu asmara

walau terkadang engkau sering terantuk pada nikmat yang sering kau lupakan
namun doa ayah dan bunda selalu menjagamu dari kegalauan dunia yang sering mengkusamkan
bahkan walau engkau berubah menjadi si burung merak yang menyilaukan, bagi mereka engkau adalah tetap seorang gadis manis yang slalu semu merahkan pipi manismu

itu semua tak lain karena nafas baru yang mereka tlah hembuskan pada jiwa dan ragamu yang suci tak ingin siapapun nodai dengan senda gurau dunia

pun hingga saat ini ketika prasasti harimu bergulir kembali tanpa bisa kau cegah ... maka doa dan ketulusan mereka slalu menyatu dalam seluruh relung jiwa dan ragamu ... tanpa pamrih

Palestina, air matamu adalah rahasia-Nya ...

Posted by Nuke1992 | 1 comments»








Ya Rabb ...

Aku ingin berkata sederhana ...
Aku ingin melupakan keinginanku ...
Aku ingin mengabaikan rasa laparku ...

Aku ingin mengabaikan sahabat-sahabatku di sini sejenak ...
Aku ingin melupakan perbedaan antara aku dan sekelilingku ...

Saat ini ...
Aku ingin memohon ampun atas ketidakberdayaanku pada saudaraku di Palestina
Aku haru dan runtuhkan air mata pada seluruh panjat doaku
Namun aku menjadi sangat fakir dengan keterbatasanku ini

Ampuni aku Ya Allah ...
Aku hanya mampu berdoa pada Saudaraku di Palestina yang bahkan untuk menghela nafas sesaatpun begitu sulit ...
Aku hanya bisa menahan amarah berat di kerongkongan atas apa yang aku dengar, lihat dan rasakan ...

Aku hanyalah fakir yang menghitam legam pada keangkuhan diri ketika melihat tubuh kecil anak-anak Palestina berdiri tegap menjadi perisai kehormatan ... sementara aku di sini masih bernafas lega mengumbar senyum kehidupan dan masih sering mengingkari nikmat kebebasan hidup yang tlah Engkau berikan ...

Ampuni aku Ya Allah ...
Runtuhan air mata diri ini tak kan cukup mengimbangi perjuangan bunda-bunda di Palestina yang bahkan tak lagi dapat mengukur berapa banyak lagi sisa air mata yang akan mereka runtuhkan ke bumi mereka ...

Ampuni aku Ya Allah ...
walau segalanya adalah rahasiaMu jua,
ijinkan hambaMu yang dhaif ini tuk memohon melebarkan kecerahan indahnya kehidupan Saudaraku di Palestina
agar mereka lebih leluasa menghirup sejuknya embun pagi,
agar mereka lebih leluasa merasakan kehangatan mentari,
agar mereka lebih leluasa menyambut senja yang menentramkan,
dan agar mereka dapat tidur dalam malam bersama bintang-bintang yang mendamaikan ...

hingga entah kapan di suatu masa,
anak-anak Palestina leluasa bermain dan bermanja dengan ibunya,
bunda-bunda Palestina leluasa menyiapkan hidangan pagi di rumah surganya,
dan sang ayah leluasa mencium kening istrinya dan menggendong mutiara indahnya tuk menunaikan ibadah mencari nafkah di bumi-Mu Ya Rabb ...

Bundaku dan bundamu: sajak agung buat sang bunda

Posted by Nuke1992 | 1 comments»










tiba-tiba aku melangkah dalam langkahmu
karena sejarah dan keinginan berpadu dalam harmoni lagu
tiba-tiba kesucian harapan tak terbendung
karena dua insan bergairah saling menyapa masa lalu

dan untaian waktu hanyalah sekedar pendamping
agar hati menjadi tak terbatas oleh sempitnya keinginan
agar kebersamaan leluasa menyambut berkas-berkas cahaya

karena bundaku dan bundamu adalah bunda yang indah
karena bundaku dan bundamu adalah bunda yang agung
bunda yang penuh dengan keikhlasan
merelakan buah kasihnya untuk melanjutkan curahan kasihnya
meneruskan harapannya, melanjutkan cita-citanya,
dan menjaga nasehat-nasehat indahnya
agar nafasnya slalu ada dalam setiap detak jantung kita
karena kita adalah prasasti buat bunda-bunda kita

hingga kita bertemu di suatu masa,
dimana kita kembali leluasa mendekap erat hangat dan wanginya nafas sang bunda

Aal Izz Well!

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









sejenak, keseimbangan orkestra alam seakan bagai angin lalu tanpa rasa dan makna
lalu burung-burung dan dedaunan menyiratkan kepada alam tentang keindahan suara-suara merdu nan menentramkan hati

sesaat, tanah-tanah lapang dan ladang membuka diri tuk menggelar panggung kehidupan ...
dan laut pun bersegera mengerdipkan mata biru nakalnya yang mengisyaratkan kerinduannya menyambut mata air turun dari bukit cinta ...

bahkan, awan yang menari di atas langit sana pun kemudian bercerita tentang kesungguhannya menghadirkan hujan ...

tiba-tiba nurani diri berujar: "lalu kepada siapa dikau akan kembali wahai sang khalifah sejati?"

lalu aku beranjak mengadu pada siang ketika malam memeluk lemahku ... ketika angin mulai menyapa sepi, hembusan lembutnya membangkitkan sadarku. Karena tiadanya adalah hadirnya, dan karena adanya menyadarkan keniscayaan tentang arti sebuah ketiadaan ...

Dan ketika jejak perjalanan hidup menyisakan episode berbeda, tanah menghampar selalu menjadi saksi bergetarnya hati dalam indahnya kebersamaan ... segalanya tak lain karena kita menyatu dalam rahim sang bunda ...

lalu, kudengar dia menutup mata mengiringi sahaja hati tuk bercerita dengan bahasa wanitanya ...

kurasakan, dia merebahkan diri pada malam yang menusuknya ... bahkan ketika cahaya hati ramah menyapanya, dia tetap menangis dalam khilafnya ...

lalu aku pun berpesan: "lupakanlah sejenak keangkuhan diri yang slalu menjeratmu, agar gelombang cinta tak menyeretmu menemui jalan buntu tak berarah. Bahkan dalam kesedihanmu kau tak sadarkan diri bahwa air mata yang kau runtuhkan ke bumi menjadi penyejuk hati bagi jiwa yang lain ..."

sesaat pula dia membaca lukisan hati seorang pria yang sedang belajar menggoreskan pena kehidupan, dan dia tertegun ketika pria lemah itu menata gerakan jemarinya tuk menuliskan pesan:

"aku kehausan tak terkira pada malam panjangku, aku merindu pada sesaat hening malammu, dan aku terlelap pada sentuhan tak berarah malam-malamnya ...

engkau mengalihkan wajah pada waktu yang mengacuhkanmu. ketika jingga sang surya berlalu melewati batas sadarmu, sejenak tatap matamu tak berkedip mengimbangi sesal lalu tergesa menembus kerinduanmu pada larutnya kehangatan hidup ...

duhai senja yang menenangkan, aku enggan lambaikan tangan ini tuk melepas mentari yang kau ajak beranjak meninggalkan kehangatan hujan ... aku ingin mencukupkan diri pada siang yang menjagaku, karena kini malam tak terlihat lagi indah pada damai jiwaku ...

aku kembali gemetar menyapa nafasku ... satu sisi jiwanya terasa semakin kuat mengepakkan sayap-sayap sucinya tuk terbang jauh menembus langit-langit keabadian ... sedangkan sisi yang lain masih terdekap erat oleh hamparan bumi yang semakin melemah ..

bahkan keangkuhanku melampaui kehati-hatian langkah-langkah pesan awalmu ... saat itu aku berlari terlalu kencang, seakan kerinduan pada asalmu menjadi tak tertahankan"

kemudian ... senyum dan air mata kemudian menari dalam damai hatinya ketika pria itu menyusun kesederhanaan bahasa:

"cinta seharusnya mengenalkan kepada insan tuk belajar memahami perbedaan warna keinginan kemudian bersegera menatanya menjadi sebuah lukisan hidup yang indah dalam kebersamaan ...

Aku mencintaimu karena aku ingin mencintaimu, bukan karena sekedar harapku engkau kan mencintaiku. Karena kebaikan cinta diwujudkan bukan oleh kenyataan harus saling memiliki, namun diwujudkan oleh ketulusan mencintai. Namun aku akan berserah diri pada Tuhan yang menciptakan waktu untukku dan untukmu. Itu saja."

wahai aku, kau dan dia ...
biarlah cakrawala itu tetap suci menyatukan bumi dan langit ... dia kan datang dalam sejuknya pagi, dia tergores tegas ketika siang tiba, dia beranjak ketika senja menjelang, dan dia pergi dalam malam yang menentramkan ... hingga seluruh insan tersadar bahwa dia slalu menyatu bersama langit dan bumi yang penuh dengan kesabaran dan keteguhan menjaga nilai-nilai indahnya ...

sajak kembalinya seorang gadis (September Return)

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









menyapa sepi ketika sedetik pun menjadi kerinduan yang menyengat ...

aku merindu pada keheningan malam ...
ketika angin berhembus lembut tanpa lelah,
gemerlap bintang pun tak pernah usai menyinari jiwa yang sepi ...

aku merindu pada hembusan wangi nafasmu ...
ketika tirai hati membuka diri,
maka kilauan cinta tak hanya menyusup dalam sukma,
namun membelai lembut dengan segenap kehangatannya ...

nyanyian cinta itu bukan tuk mengusik irama hati,
namun dia datang tuk melantunkan simponi romansa tak berbekas ...
agar tatapan tak bertepi perlahan menghilang,
dan agar senyuman kehidupan menjadi lebih berwarna ...

mendawai hidup, mengembangkan gita asmara ... bukan tuk terlarut dalam lamunan,
namun merangkai sulaman awan-awan impian ... agar hati tak lelah dengan kesendirian

tengoklah dia dengan nurani diri,
maka bahasa hatimu kan berujar: "penat kesendirianmu bagai lambaian dedaun cemara yang tersilaukan oleh terik mentari"
lalu seorang dara manis pun terdiam membisu,
kelu lidahnya tak kuasa mengimbangi runtuhnya air mata dalam resah hati yang mengusik keniscayaan diri

kemudian ...
larut dan dinginnya malam tergesa menyelimuti diri
agar lelah hati tak berbekas mengusamkan indah hidupmu
sesaat sajadah panjangmu seolah terangguk tunduk pada pesan-pesan penuh makna yang menyiratkan keinginanmu merajut selarik cerita cintamu dalam kasih dan sayang-Nya ...

sejenak ... bait-bait doa pun terusun rapi memeluk tertundukmu pada Sang Khalik
ketika akhirnya cinta tenggelam dalam keinginan tak pasti, lalu fitrahmu menjagamu tuk slalu melangkahkan diri menuju Sang Pemilik cinta sejati ...

karena bilik hatimu slalu berbisik:
"aku adalah mutiara indah perhiasan dunia, dan dunia selalu ada dalam genggaman-Nya"