Sepi

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









menatap sisi peraduan yang tak bernyawa
menghela ruang kamar yang tak bernafas
menatap dinding yang semakin menjadi tirai nan tak tersibakkan

kemudian ...
dingin malam terasa semakin menghimpit diri
bahkan ketika keleluasaan hati tak lagi menyapa
slalu saja asa setia menemani diri menjelang lelap walau sesaat ...
walau hanya dia nyata dalam mimpi yang tak nyata,
namun biarlah ... walau sejenak , mimpi itu anugerahMu jua yang tak ternilai
dan biarlah pula ... aku slalu menunggu mimpi itu menjadi semakin nyata

pun ketika malam panjang menyertainya
dan pagi pun lelah tuk kembali datang dalam kebiasaan

sajak tentang hati dan Jakarta ...

Posted by Nuke1992 | 0 comments»










Jakarta,
aku menemuimu ketika pagi merindukan siang
tak sengaja aku menjemputmu,
hanya sekejap akal dan hati ini berontak pada jiwa tak tenang yang lalai menyapa keletihan keikhlasanku
dalam kesederhanaan fikirku, kamu tak lebih dari lorong panjang berpancar cahaya terang

Jakarta,
menjelang terik pada rentang masa bersamamu tlah banyak menggoreskan gambar hidup pada jiwa pencarian
aku bagai musafir ilmu yang tak kuasa menahan lekuk indah kehidupanmu dan kerling nakal mata hatimu yang nyatanya tlah kusam
hingga aku bagai tenggelam dalam sorak sorai lautan suara,
seakan membisikkan tajam yang membisingkan pada perlombaan kehidupan

kadangkala, nyanyian rindu tentang kedamaian mengisyaratkan jiwa agar kembali pada kerendahan hati
namun gelombang gemerlap lampu dunia begitu menyilaukan mata hati hingga seakan aku kehilangan waktu yang berlari begitu kencang meninggalkan keterbatasan berfikirku

Jakarta,
jika suatu saat aku tlah kembali,
ku tak ingin menyisakan satu sisi jiwa yang melemahkanku menghempas jatuh ke bumi
ku ingin sisi jiwaku sepenuhnya melayang ke langit indah walau malam masih menghitamkan birunya

dan jika aku tlah memeluk sepi,
cukupkanlah aku tuk sekedar memandang sedikit goresanmu pada lukisan hidupku
agar aku bijak memaknai kehadiranmu, tuk mengindahkan damai hati pada sisa nafas hidupku ...

kidung indah penyempurna ibadah

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









hari ini kami hadir karena memaknai kasih dan sayang-Mu
hari ini kami hadir tuk menjalin keseimbangan kekuatan pemikiran dan perasaan
hari ini kami hadir tuk memaknai senyum kebahagiaan dan keharuan air mata ayah dan bunda

seperti dalam firman indah-Mu,
pernikahan ini bagai pakaian suci yang kan saling manjaga kami berdua
pakaian yang tak menghadirkan celah ketidakbaikan,
namun slalu menjaga hati tuk merajut keindahan dan kebahagiaan buat kami dan sesama
pernikahan ini adalah ruang bagi kami tuk menghadirkan ikatan sakinah yang penuh rahmah

karena akad yang kami ucapkan hari ini lebih dari sekedar ucap janji dua insan yang ingin berbagi,
namum sebuah kekhusyuan memaknai hidup baru,
dalam sebuah kidung indah penyempurna ibadah ...

untuk sahabatku mas Nur Riyanto yang sedang menjelang hari indahnya ...

Singularitas ...

Posted by Nuke1992 | 0 comments»








jika engkau adalah permulaan,
jika engkau adalah sejarah,
jika engkau adalah makna, dan
jika engkau adalah ada,
maka apakah aku sebelum dan sesudahnya?

aku hanya memahamimu sebuah titik
yang berawal dari kemahaan kasih dan sayang
yang tertulis kemudian menjadi cerita
yang hampa kemudian menjadi bermakna
yang tiada kemudian menjadi ada

jika mereka berkata engkau tlah hadir berulang,
maka kesederhanaanku mengkatakan engkau hanya hadir sekali saja
karena kemarin, hari ini dan esok hari adalah berbeda ...

lalu,
biarlah engkau menjadi lebih hadir dan bermakna karena Sang Pemberi Makna slalu menjaga seluruh ruang hidupku pada penghayatanku tentang kehadiran nafasmu yang masih setia menyertaiku ...

Aisyah

Posted by Nuke1992 | 0 comments»












Aisyah,
engkau hadir pada kesunyian hati tentang indahnya warna kehidupan
senyum mungilmu bagai lukisan yang melengkapi ruang rindu kami tentang makna kelembutan berbagi
kehadiranmu tak hanya sekedar kesucian harapan, namun sebuah makna mendalam tentang keseimbangan hidup
dalam setiap doa, kami berharap engkau kelak kan menjadi bidadari yang cantik jiwa-raga dengan ketangguhan keunikan ilmu-pengetahuan yang slalu berpegang lurus pada asma-asma indah-Nya


Aisyah,
awal perjalanan hidupmu ternyata begitu berat ...
engkau bagai peri kecil yang terlampau sarat menghadirkan selaksa harapan
satu sisi sayapmu begitu berharap mampu mengepakkan pada keindahan bumi, namun sisi sayap lain tak kuasa menghadirkan kesucian diri ...

dan ketika Tuhan bersegera memanggilmu kembali di sisi-Nya
engkau pun pamit meninggalkan nafas dunia

saat itu,
terasa bumi berhenti berputar dan matahari tak bersahabat dengan kami
dan air mata pun serentak jatuh ke bumi mengiringi kepergianmu ...

engkau tak memberi kesempatan pada kami tuk berbagi tentang indahnya menatap bola matamu ketika engkau beranjak ke bersekolah di pagi hari, bermanja ketika remaja, dan duduk berbagi ketika engkau dewasa ...

Aisyah,
walau engkau tak sempat menemani kami lagi pada terbitnya mentari di esok hari, namun kami yakin Tuhan kan slalu mendekatkanmu pada nafas kami ...

Kami hanya mampu berkata dan berdoa:
“... dan peri kecil itu pun tersenyum dalam lelap panjangnya ketika Sang Penjaga Kehidupan sedang menguatkan keteguhan jiwa dan raga kami. Semoga kehadiran sesaatnya di dunia tlah membawa hikmah yang mendalam bagi kebaikan kehidupan kami, dan Allah Yang Maha Mengetahui segala rahasia menjadikannya bunga indah nan harum mewangi di taman surga kelak. Amien ...”

Aisyah,
kami kan slalu merindukanmu pada setiap hening kami,
temani kami dalam setiap mimpi malam indah kami,
tunggu ayah, bunda, dan Aa di surga kelak ya Nak ...


bunda dan kesunyian ...

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









menembus waktu pada kehampaan langkah
sayap kerinduan mengantarkan pada suatu masa
... malam kesepuluh ramadhan yang agung

ketika suara indah yang slalu menemani hidup perlahan melemah
ketika pesan terakhir meruntuhkan air mata kami ke bumi
ketika belaian lembut tergambar jelas kan menghilang
dan ketika mimpi tentang masa depan pupus sudah

cerita kehidupan terasa terhenti pada nyanyian sunyi
karena lembayung penuh warna tak lagi hadir mengindahkan pandangan
karena para ksatria menjadi lemah tanpa senyum kesahajaannya
karena perannya tak tergantikan oleh siapa pun

dan ketika terik mentari mengakhiri langkah kami
unggukan tanah dan tatapan kehilangan terasa menyatu dalam kekuatan satu jiwa

tak kan ada lagi nasi putih yang membangkitkan semangat di pagi hari
tak kan ada lagi cerita dongeng menjelang tidur
tak kan ada lagi hardikan kasih sayang menyertai kenakalan kami

yang tersisa hanya untaian doa penuh makna untuknya
dan keteguhan hati menjaga pesan-pesan indahnya
yang kan slalu menyertai langkah kami

walau kini air mata berulang menyertai ungkapan kerinduan,
dan kehampaan kebahagiaan slalu menyertai tanpa hadirnya
namun doa kami semoga di suatu masa ...
kami dapat kembali mendekap erat tubuhnya
dalam keindahan surga-Nya
tuk kembali merasakan wangi nafas sang bunda ...
selamanya ...

sajak rindu tentang harapan ...

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









sesaat engkau hadir pada kesunyian hati
sejenak ujarmu menyiratkan kedewasaan jiwa
walau jarak menghalau peraduan pandangan
dan waktu menggenggam hikayat berbeda,
namun bahasa hati seakan berangguk pelan mengiyakan kesamaan makna hidup

lalu ...
tiba-tiba jemari lentikmu melangkah perlahan menyusun huruf dan kata
bait-bait sederhana pun dengan tulus menawarkan cerita indah tentang rindu dan harapan
harapan itu begitu indah bagai kidung syahdu di senyap dunia
harapan itu begitu suci bagai buku takdir tak ternoda
harapan itu begitu tegas bagai tangkai kehidupan di taman surga
dan harapan itu adalah kerinduanmu pada Sang Kekasih hati ...

wahai gadis yang mensucikan dan disucikan,
mohon ampunlah ketika hati mencoba melampaui takdirmu
karena masa depan tak kan lepas dalam genggaman-Nya
karena Dialah kebenaran dan pemilik rahasia sejati

melangkahlah perlahan pada tangga kefahaman tuk menemukan kebenaran hakiki
sisihkan lebih banyak ruang dan waktu tuk mengabaikan suara sumbang tentangmu
... yang membisikkan ringkihnya onggokan bumimu ...

bahkan mungkin kau sering tersadarkan
bahwa mereka tak lebih dari pengumbar keangkuhan keterbatasan akal hati
bukankah kerendahan hatimu lebih kuat mencahayakan tentang arti kehidupan?

dan malam ini ... rindu dan harapanmu kembali terlelap dalam mimpi
ingatkah engkau, siapakah pemegang jiwa ketika mimpi menyelimuti diri?

maka bersegeralah menata akal, hati, rindu dan harapan ...
agar engkau semakin yakin, jiwa-jiwa kecil penyemangat hidupmu menjadi lebih bergairah ...
karena kelak mereka akan menjadi goresan-goresan lukisan indah hidupmu
yang dapat kau saksikan tidak sekedar dalam dongeng rindu dan harapan ...



sajak rindu untuk bunda …

Posted by Nuke1992 | 0 comments»












bunda …
semalam mataku tak terasa lelah sedikit pun menyambut fajar menyingsing
aku ingin menyaksikan kesetiaan mentari datang di pagi ini
keindahan warna spektrum cahayanya sangat jelas bercerita tentang binarnya dirimu menyambut pagi saat engkau memulai menuntunku pada nafas dunia

bunda …
aku menatapmu tersenyum kembali di pagi ini dalam khayal
kurasakan indahnya bola matamu yang mencoba menyibak lorong waktu, saat engkau mulai merangkai harapan

bunda …
aku tergesa dalam andai tuk mewangikan tubuhku melahap nasi putih bersamamu
suci putihnya bagai kilauan cahaya semangatmu tuk segera membesarkanku menjadi seorang pria

aku merindukanmu bunda …
terasa sangat berat rinduku ketika saat-saat seperti ini,
saat bumi memutar waktu dan mengingatkanku pada butiran-butiran kristal keringat pengorbananmu saat menghadirkanku ke dunia …

bunda …
aku tlah bosan mendengar cerita mereka tentang keindahan lakumu,
aku tlah bosan mendengar cerita mereka tentang damai tutur katamu,
aku tlah bosan mendengar cerita mereka tentang lembutnya belaianmu,
dan aku tlah lelah bermimpi indah denganmu bunda
karena aku hanya ingin engkau hadir saat ini …

aku ingin engkau hadir saat ini tuk bersama menyambut indahnya mentari
aku ingin engkau hadir saat ini tuk kembali menghidangkan nasi putihmu
aku ingin engkau hadir saat ini tuk mendekapku dalam damaimu
aku ingin engkau hadir saat mutiaraku ingin membelai garis wajahmu
dan aku ingin engkau hadir saat ini tuk bermain dengan riangnya cucu-cucumu kemudian mendekap mereka seperti engkau menghidangkan semesta kebahagiaan buatku

aku ingin engkau hadir saat ini bunda ...
tuk turut menemani runtuhnya butiran air mata
tuk turut merasakan selarik bahagia yang engkau harap dulu
bersama kami … walau hanya sekejap saja …

untukmu, Jogjaku

Posted by Nuke1992 | 0 comments»










Jogja,
engkau tak sekedar sisi dunia yang menyamankan hati

Jogja,
engkau tak sekedar permata hati bagi insan yang merindukan damai

Jogja,
engkau tak sekedar ladang subur bagi selaksa pemilik jiwa yang kehausan ilmu

Jogja,
engkau tak sekedar menghadirkan keramahan penghunimu

namun ...
engkau juga menghadirkan kegundahan Merapi yang menanti hati

Jogjaku,
sampaikan maaf pada Merapimu yang mungkin tlah lelah bertemu kekhilafan kami ...

bagiku dan mungkin bagi mereka yang tlah menjejakkan diri di kalbumu, engkau adalah revolusi akal dan hati
Ya Allah, Rabb Pemilik seluruh alam

mohon ampuni kami atas kekeliruan yang mengusik kegundahan Merapi-Mu
mohon mudahkan kami tuk mengambil hikmah atas isyarat-Mu

agar kegundahan Merapi segera berakhir
agar senyum Merapi kembali mengindahkan Jogjaku
dan agar hati Merapi kembali menyatu dalam raga kami

karena Jogja-Mu adalah Jogjaku ... Jogja kami semua ...

kehadiranmu ...

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









Kehadiranmu tak hanya sekedar sebuah harapan
Kehadiranmu tak hanya sekedar secercah cahaya
Kehadiranmu tak hanya sekedar senyum sesaat sang bunda
Kehadiranmu tak hanya sekedar keteguhan hati sang ayah

Kehadiranmu adalah benih ikatan cinta suci ayah dan bunda
Kehadiranmu adalah ungkapan kasih sayang keluarga sakinah
Kehadiranmu adalah ruang cita yang memiliki berjuta makna
dan kehadiranmu adalah perpaduan makna bertunasnya nafas baru dari kehidupan yang telah indah dari ayah dan bunda

perjalanan hidupmu tlah kau lewati dari sekedar padi menguning dari kesederhanaan ladang di desa
sisi indahmu kemudian menjejak pada dunia indah penuh warna yang kadang menyesakkan walau tuk menguatkan
dan ketika warna kedewasaanmu tak bisa kau cegah dari sekedar hiruk pikuk keceriaan semata, engkau pun mulai mencoba menuai alunan merdu lagu asmara

walau terkadang engkau sering terantuk pada nikmat yang sering kau lupakan
namun doa ayah dan bunda selalu menjagamu dari kegalauan dunia yang sering mengkusamkan
bahkan walau engkau berubah menjadi si burung merak yang menyilaukan, bagi mereka engkau adalah tetap seorang gadis manis yang slalu semu merahkan pipi manismu

itu semua tak lain karena nafas baru yang mereka tlah hembuskan pada jiwa dan ragamu yang suci tak ingin siapapun nodai dengan senda gurau dunia

pun hingga saat ini ketika prasasti harimu bergulir kembali tanpa bisa kau cegah ... maka doa dan ketulusan mereka slalu menyatu dalam seluruh relung jiwa dan ragamu ... tanpa pamrih

Palestina, air matamu adalah rahasia-Nya ...

Posted by Nuke1992 | 1 comments»








Ya Rabb ...

Aku ingin berkata sederhana ...
Aku ingin melupakan keinginanku ...
Aku ingin mengabaikan rasa laparku ...

Aku ingin mengabaikan sahabat-sahabatku di sini sejenak ...
Aku ingin melupakan perbedaan antara aku dan sekelilingku ...

Saat ini ...
Aku ingin memohon ampun atas ketidakberdayaanku pada saudaraku di Palestina
Aku haru dan runtuhkan air mata pada seluruh panjat doaku
Namun aku menjadi sangat fakir dengan keterbatasanku ini

Ampuni aku Ya Allah ...
Aku hanya mampu berdoa pada Saudaraku di Palestina yang bahkan untuk menghela nafas sesaatpun begitu sulit ...
Aku hanya bisa menahan amarah berat di kerongkongan atas apa yang aku dengar, lihat dan rasakan ...

Aku hanyalah fakir yang menghitam legam pada keangkuhan diri ketika melihat tubuh kecil anak-anak Palestina berdiri tegap menjadi perisai kehormatan ... sementara aku di sini masih bernafas lega mengumbar senyum kehidupan dan masih sering mengingkari nikmat kebebasan hidup yang tlah Engkau berikan ...

Ampuni aku Ya Allah ...
Runtuhan air mata diri ini tak kan cukup mengimbangi perjuangan bunda-bunda di Palestina yang bahkan tak lagi dapat mengukur berapa banyak lagi sisa air mata yang akan mereka runtuhkan ke bumi mereka ...

Ampuni aku Ya Allah ...
walau segalanya adalah rahasiaMu jua,
ijinkan hambaMu yang dhaif ini tuk memohon melebarkan kecerahan indahnya kehidupan Saudaraku di Palestina
agar mereka lebih leluasa menghirup sejuknya embun pagi,
agar mereka lebih leluasa merasakan kehangatan mentari,
agar mereka lebih leluasa menyambut senja yang menentramkan,
dan agar mereka dapat tidur dalam malam bersama bintang-bintang yang mendamaikan ...

hingga entah kapan di suatu masa,
anak-anak Palestina leluasa bermain dan bermanja dengan ibunya,
bunda-bunda Palestina leluasa menyiapkan hidangan pagi di rumah surganya,
dan sang ayah leluasa mencium kening istrinya dan menggendong mutiara indahnya tuk menunaikan ibadah mencari nafkah di bumi-Mu Ya Rabb ...

Bundaku dan bundamu: sajak agung buat sang bunda

Posted by Nuke1992 | 1 comments»










tiba-tiba aku melangkah dalam langkahmu
karena sejarah dan keinginan berpadu dalam harmoni lagu
tiba-tiba kesucian harapan tak terbendung
karena dua insan bergairah saling menyapa masa lalu

dan untaian waktu hanyalah sekedar pendamping
agar hati menjadi tak terbatas oleh sempitnya keinginan
agar kebersamaan leluasa menyambut berkas-berkas cahaya

karena bundaku dan bundamu adalah bunda yang indah
karena bundaku dan bundamu adalah bunda yang agung
bunda yang penuh dengan keikhlasan
merelakan buah kasihnya untuk melanjutkan curahan kasihnya
meneruskan harapannya, melanjutkan cita-citanya,
dan menjaga nasehat-nasehat indahnya
agar nafasnya slalu ada dalam setiap detak jantung kita
karena kita adalah prasasti buat bunda-bunda kita

hingga kita bertemu di suatu masa,
dimana kita kembali leluasa mendekap erat hangat dan wanginya nafas sang bunda

Aal Izz Well!

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









sejenak, keseimbangan orkestra alam seakan bagai angin lalu tanpa rasa dan makna
lalu burung-burung dan dedaunan menyiratkan kepada alam tentang keindahan suara-suara merdu nan menentramkan hati

sesaat, tanah-tanah lapang dan ladang membuka diri tuk menggelar panggung kehidupan ...
dan laut pun bersegera mengerdipkan mata biru nakalnya yang mengisyaratkan kerinduannya menyambut mata air turun dari bukit cinta ...

bahkan, awan yang menari di atas langit sana pun kemudian bercerita tentang kesungguhannya menghadirkan hujan ...

tiba-tiba nurani diri berujar: "lalu kepada siapa dikau akan kembali wahai sang khalifah sejati?"

lalu aku beranjak mengadu pada siang ketika malam memeluk lemahku ... ketika angin mulai menyapa sepi, hembusan lembutnya membangkitkan sadarku. Karena tiadanya adalah hadirnya, dan karena adanya menyadarkan keniscayaan tentang arti sebuah ketiadaan ...

Dan ketika jejak perjalanan hidup menyisakan episode berbeda, tanah menghampar selalu menjadi saksi bergetarnya hati dalam indahnya kebersamaan ... segalanya tak lain karena kita menyatu dalam rahim sang bunda ...

lalu, kudengar dia menutup mata mengiringi sahaja hati tuk bercerita dengan bahasa wanitanya ...

kurasakan, dia merebahkan diri pada malam yang menusuknya ... bahkan ketika cahaya hati ramah menyapanya, dia tetap menangis dalam khilafnya ...

lalu aku pun berpesan: "lupakanlah sejenak keangkuhan diri yang slalu menjeratmu, agar gelombang cinta tak menyeretmu menemui jalan buntu tak berarah. Bahkan dalam kesedihanmu kau tak sadarkan diri bahwa air mata yang kau runtuhkan ke bumi menjadi penyejuk hati bagi jiwa yang lain ..."

sesaat pula dia membaca lukisan hati seorang pria yang sedang belajar menggoreskan pena kehidupan, dan dia tertegun ketika pria lemah itu menata gerakan jemarinya tuk menuliskan pesan:

"aku kehausan tak terkira pada malam panjangku, aku merindu pada sesaat hening malammu, dan aku terlelap pada sentuhan tak berarah malam-malamnya ...

engkau mengalihkan wajah pada waktu yang mengacuhkanmu. ketika jingga sang surya berlalu melewati batas sadarmu, sejenak tatap matamu tak berkedip mengimbangi sesal lalu tergesa menembus kerinduanmu pada larutnya kehangatan hidup ...

duhai senja yang menenangkan, aku enggan lambaikan tangan ini tuk melepas mentari yang kau ajak beranjak meninggalkan kehangatan hujan ... aku ingin mencukupkan diri pada siang yang menjagaku, karena kini malam tak terlihat lagi indah pada damai jiwaku ...

aku kembali gemetar menyapa nafasku ... satu sisi jiwanya terasa semakin kuat mengepakkan sayap-sayap sucinya tuk terbang jauh menembus langit-langit keabadian ... sedangkan sisi yang lain masih terdekap erat oleh hamparan bumi yang semakin melemah ..

bahkan keangkuhanku melampaui kehati-hatian langkah-langkah pesan awalmu ... saat itu aku berlari terlalu kencang, seakan kerinduan pada asalmu menjadi tak tertahankan"

kemudian ... senyum dan air mata kemudian menari dalam damai hatinya ketika pria itu menyusun kesederhanaan bahasa:

"cinta seharusnya mengenalkan kepada insan tuk belajar memahami perbedaan warna keinginan kemudian bersegera menatanya menjadi sebuah lukisan hidup yang indah dalam kebersamaan ...

Aku mencintaimu karena aku ingin mencintaimu, bukan karena sekedar harapku engkau kan mencintaiku. Karena kebaikan cinta diwujudkan bukan oleh kenyataan harus saling memiliki, namun diwujudkan oleh ketulusan mencintai. Namun aku akan berserah diri pada Tuhan yang menciptakan waktu untukku dan untukmu. Itu saja."

wahai aku, kau dan dia ...
biarlah cakrawala itu tetap suci menyatukan bumi dan langit ... dia kan datang dalam sejuknya pagi, dia tergores tegas ketika siang tiba, dia beranjak ketika senja menjelang, dan dia pergi dalam malam yang menentramkan ... hingga seluruh insan tersadar bahwa dia slalu menyatu bersama langit dan bumi yang penuh dengan kesabaran dan keteguhan menjaga nilai-nilai indahnya ...

sajak kembalinya seorang gadis (September Return)

Posted by Nuke1992 | 0 comments»









menyapa sepi ketika sedetik pun menjadi kerinduan yang menyengat ...

aku merindu pada keheningan malam ...
ketika angin berhembus lembut tanpa lelah,
gemerlap bintang pun tak pernah usai menyinari jiwa yang sepi ...

aku merindu pada hembusan wangi nafasmu ...
ketika tirai hati membuka diri,
maka kilauan cinta tak hanya menyusup dalam sukma,
namun membelai lembut dengan segenap kehangatannya ...

nyanyian cinta itu bukan tuk mengusik irama hati,
namun dia datang tuk melantunkan simponi romansa tak berbekas ...
agar tatapan tak bertepi perlahan menghilang,
dan agar senyuman kehidupan menjadi lebih berwarna ...

mendawai hidup, mengembangkan gita asmara ... bukan tuk terlarut dalam lamunan,
namun merangkai sulaman awan-awan impian ... agar hati tak lelah dengan kesendirian

tengoklah dia dengan nurani diri,
maka bahasa hatimu kan berujar: "penat kesendirianmu bagai lambaian dedaun cemara yang tersilaukan oleh terik mentari"
lalu seorang dara manis pun terdiam membisu,
kelu lidahnya tak kuasa mengimbangi runtuhnya air mata dalam resah hati yang mengusik keniscayaan diri

kemudian ...
larut dan dinginnya malam tergesa menyelimuti diri
agar lelah hati tak berbekas mengusamkan indah hidupmu
sesaat sajadah panjangmu seolah terangguk tunduk pada pesan-pesan penuh makna yang menyiratkan keinginanmu merajut selarik cerita cintamu dalam kasih dan sayang-Nya ...

sejenak ... bait-bait doa pun terusun rapi memeluk tertundukmu pada Sang Khalik
ketika akhirnya cinta tenggelam dalam keinginan tak pasti, lalu fitrahmu menjagamu tuk slalu melangkahkan diri menuju Sang Pemilik cinta sejati ...

karena bilik hatimu slalu berbisik:
"aku adalah mutiara indah perhiasan dunia, dan dunia selalu ada dalam genggaman-Nya"

Bismillah

Posted by Nuke1992 | 0 comments»










kepada Allah
aku ingin membaca diri ...

kepada Allah
aku ingin membaca alam ...

kepada Allah
aku ingin membaca wahyu.

Fosil Sajakku, 11 Desember 2001